CRUISE
JOIN TRIP
ACTIVE SPORT
CAMPERVAN
JAWHARA

WHEN WE’RE CRUISING TOGETHER

Berbulan madu di atas kapal pesiar memang menjadi impian kami sejak lama. Begitu kesempatan itu datang, kami tidak menyia-nyiakannya. Simak saja perjalanan kami di atas Star Cruise Virgo.

Kesempatan yang unik ini seperti mimpi yang akan menjadi kenyataan. Setidaknya, itulah perasaan kami ketika tiba di Harbourfront dan menatap sesosok kapal pesiar yang megah dan gemerlap di ujung dermaga. Seperti terhipnotis dengan sosok kapal pesiar dengan panjang mencapai 268 meter dan lebar 32 meter, kami segera mencari tempat check-in untuk bagasi yang kami bawa. Setelah itu, kami langsung diarahkan ke tempat check in di lantai dua untuk mendapatkan cabin card kami. Pada saat check-in, penumpang biasanya dibagi berdasarkan Balcony Class dan World Cruiser. Kami perhatikan seorang staf kapal memegang papan bertuliskan Admiral Class untuk pengunjung tertentu. Setelah kami mendapatkan cabin card, kami pun kembali antri untuk segera boarding dan kemudian kelengkapan administrasi kami pun diperiksa bagian imigrasi. Dan akhirnya…

Welcome aboard…

Sambil bergandengan tangan, kami berdua melalui sesi penyambutan oleh para awak kapal pada saat memasuki lambung kapal. Setiap penumpang yang melalui lorong untuk masuk ke kapal akan diabadikan bersama tim penyambutan yang juga staf cruise. Lelah dan penat selama proses check-in dan boarding berangsur-angsur hilang begitu mendengar sapaan hangat mereka. Kemudian kami berdua menjejakkan kaki di deck 5.

Dari deck 5, kami pun harus mencapai deck 10 dengan menaiki tangga. Memang ada beberapa lift yang siap mengantarkan semua penghuni kabin ke deck manapun yang ia mau, tapi ketika penumpang baru boarding, jangan harap lift segera sampai dan dalam keadaan kosong. Semua orang tampak tidak sabar ingin masuk kabinnya. Begitu pula kami. Makanya kami putuskan untuk ke kabin kami melalui tangga. Sepanjang perjalanan naik dari satu deck ke deck lain, mata kami pun dihibur dengan lukisan-lukisan di dinding. Tak heran, jika semua orang matanya terlihat terbinar-binar. Inilah saatnya mewujudkan mimpi dan memenuhi setiap keingintahuan.

Enjoy your dinner!

Tiba di depan kabin, tas kami telah menunggu dengan setia. Tidak terasa waktu sudah beranjak ke pukul 08.30 malam. Selesai menyegarkan diri sejenak, kami pun segera menuju Pavilion Room untuk menikmati makan malam di restoran yang menyajikan masakan oriental. Selain Pavilion Room, tersedia pula tempat-tempat lainnya yang termasuk The Gourmet Timetable Inclusive Restaurants untuk menikmati makan malam bersama pasangan. Sebut saja,  Bella Vista dengan hidangan western-nya atau Mediterranean Buffet dan Terrace dengan sajian internasionalnya. Selain itu tersedia pula restoran-restoran a la carte seperti Blue Lagoon, Palazzo, Noble House, Samurai, The Taj dan Taverna.

Usai makan malam, kami berdua memutuskan untuk berjalan-jalan sejenak melihat keadaan sekeliling kapal. Semakin banyak yang kami perhatikan, semakin tepat rasanya kalau SuperStar Virgo ini mendapat julukan floating lifestyle resort.

Tepat tengah malam, kapal pun mulai angkat sauh dan memulai perjalanan. Kami nikmati dan saksikan detik demi detik kapal kami meninggalkan Harbourfront. Hingga cahaya kota Singapura menjadi kerlip cahaya di kejauhan. Setelah itu, kami pun segera memasuki kabin kami. Inilah waktu yang paling kami tunggu…

Anti mati gaya!

Cahaya matahari mulai menyeruak masuk ke kabin kami. Enggan sebenarnya kami beranjak dari tempat tidur. Tapi rugi rasanya kalau kami hanya menghabiskan waktu di dalam kabin saja. Kebetulan saya dan suami memang tergolong tak bisa diam dan memang tak biasa berdiam diri. Sebenarnya kami sempat khawatir kalau kami akan mati gaya kalau ikut berlayar dengan kapal pesiar. Bagaimana tidak? Berjam-jam kami akan berada di satu tempat dan belum ada bayangan apa yang akan kami lakukan di sana. Tapi ternyata ketakutan kami sama sekali tidak beralasan. 

Hari itu, kami mulai dengan makan pagi di Mediterranian Buffet. Beberapa pilihan menu sudah menunggu di sana. Semuanya bisa memilih menu makan pagi yang sesuai dengan seleranya masing-masing. Kami berdua memilih meja yang memudahkan kami memandang laut lepas. Sambil sarapan, kami menyusun rencana apa yang ingin kami lakukan siang nanti.  Bermodalkan informasi yang dikirim ke setiap kabin, kami pun menentukan apa yang akan kami lakukan hari itu.

Setelah mengenakan pakaian renang dan membawa buku bacaan yang siap dilahap, kami berdua ingin mencoba kenikmatan fasilitas di Parthenon Pool.  Di sekitar area ini, kami bisa menyegarkan badan dengan berenang, berendam dalam Jacuzzi, atau sekedar menghangatkan tubuh di sekeliling kolam. Untuk urusan perut, The Taverna dan Café Gelato siap memuaskan kami. Tinggal menggesek cabin card kami, semua urusan akan diselesaikan nanti ketika akan mengambil passport kami kembali.

Selain sekadar bersantai di sekitar Parthenon Pool, banyak sekali aktifitas yang bisa dilakukan selama perjalanan dengan SuperStar Virgo. Lihat saja sederetan area publik yang bisa digunakan siapa saja seperti Library/Writing Room, Internet, The Card Room, The Mahjong Room, Activity Centre, Amphitheater, Captain’s Bridge, Sunset Boulevard, Grand Piazza dan The Promenade. Belum lagi, ruangan yang digunakan sebagai pusat hiburan seperti Celebrity Disco, Galaxy of the Star/ The Observatory, The Picture Hiuse, The Lido, Club Royale, Oasis, Grand Oasis dan Out of Africa. Bila ingin menghabiskan waktu sambil berolahraga, selain Parthenon Pool, terdapat pula sirkuit jogging Star Track, lapangan golf mini dan basketball di Sports Deck, Star Deck untuk segala permainan, Apollo Spa & Fitness Centre atau bermain catur dengan bidak raksasa di Amphitheater. Untuk urusan kecantikan dan belanja, Oscar;s Hair & Beauty Salon, The Gallery, Port’s O’call dan Wine Shop siap melayani Anda. Jadi… tidak alasan untuk mati gaya ‘kan?

Selain mengikuti berbagai kegiatan di sekitar kapal, kami juga dapat mengikuti salah satu program shore excursion yang difasilitasi SuperStar Virgo setibanya di Port Klang, Malaysia. Sayangnya, kami terlambat mendaftar shore excursion untuk berbelanja di Kuala Lumpur Chinatown karena quota-nya sudah maksimum. Ada beberapa acara yang bertemakan belanja lainnya seperti Shopping Galore, Shopping at Midvalley Megamall, Shopping at 1 Utama atau Shopping at Aeon Bukit Tinggi.  Ada juga program lainnya yang lebih mengarah ke tur keliling kota Kuala Lumpur, yaitu program ‘The Asian Melting Pot’. Setelah diberi penjelasan mengenai program tersebut, akhirnya kami memilih ‘The Asian Melting Pot’. Ternyata banyak juga peserta yang mengikuti program ini. Menarik juga ‘kan?

Shore excursion: another journey begins…

Setelah makan siang di The Taj, sebuah restoran dengan masakan India yang memiliki label halal, kami hanya bersantai-santai saja di balkon. Menikmati hembusan angin, pemandangan laut dan hangatnya udara berdua bersama pasangan adalah hal yang paling menyenangkan di dunia ini. Tubuh terasa relaks dan semua ketegangan seperti tercabut.

Kami dengar pemberitahuan untuk segera bersiap dan berkumpul di The Lido di Deck 8 untuk mereka yang mengikuti excursion dan ke sanalah kami bergegas. Setibanya di Port Klang, kami diarahkan menuju bis masing-masing. Perjalanan kami pun dimulai.

Tujuan pertama Sightseeing & City Tour kami adalah Blue Mosque yang berada di Shah Alam, ibukota negeri Selangor, untuk sekadar photo stop. Blue Mosque atau yang dikenal juga dengan Masjid Sultan Salahuddin Abdul Aziz dibangun antara tahun 1982 hingga 1988 dan menjadi masjid kedua terbesar setelah masjid Istiqlal di Jakarta. Karena keterbatasan waktu, para peserta tur tidak mau menyia-nyiakan waktu untuk mengambil foto dengan latar belakang masjid dengan dome berwarna biru dan berminaret empat ini.

Selanjutnya perjalanan dilanjutkan ke Thean Hou Buddhist Temple yang merupakan kuil Cina yang terbesar di Asia Tenggara.  Dengan luas sekitar 6760 m2 di daerah Robson Heights menghadap ke Jalan Syed Putra (Federal Highway). Kuil yang dibuka pada tahun 1989, dipersembahkan untuk Dewi Tian Hou.

Belum lengkap perjalanan kami bila tidak mengunjungi landmark negara ini yaitu KL Tower yang pernah menjadi bangunan tertinggi di dunia dan berbelanja di Suria KLCC yang bersebelahan dengan petronas tower.

Senyum puas mengambang di bibir kami. Meski tubuh lelah, tapi pengalaman perjalanan bulan madu kami menjadi perjalanan yang tak akan kami lupakan. Mudah-mudahan perjalanan ini menjadi inspirasi kami mengarungi kehidupan kami sendiri…



WhatsApp