Saya masih ingat ketika waktu kecil berkunjung ke kota Bandung berarti melakukan perjalanan darat selama kurang lebih lima jam melakui jalan Puncak dan Padalarang yang berliku-liku cukup memabukkan.
Saya masih ingat ketika waktu kecil berkunjung ke kota Bandung berarti melakukan perjalanan darat selama kurang lebih lima jam melakui jalan Puncak dan Padalarang yang berliku-liku cukup memabukkan.
Saya pun masih ingat, udara di Bandung yang masih terasa dingin di pagi hari dan juga di sore hari. Dan, saat itu saya berada di daerah Pasir Kaliki, di pusat kota Bandung.
Tiga puluh tahun lalu, Bandung masih terasa jauh dari Ibukota Jakarta. Mengingat Bandung saat itu berarti mengingat sebuah kota yang sejuk kalau tidak dibilang dingin udaranya, mengingat keadaan yang benar-benar seperti apa yang dijulukkan padanya “Paris van Java”. Kota yang penuh dengan bunga dan nyaman untuk tinggal.
Dipercepat tiga puluh tahun dan tiba di pertengahan tahun 2011, apa kesan Anda tentang kota yang paling terkenal di tanah Priangan ini?
Generasi muda sekarang akan mengingat Bandung sebagai kota yang penuh dengan outlet-outlet bermacam ragam yang menjual segala macam konsumsi sisa ekspor dengan harga miring. Bermacam tempat menikmati cita rasa kuliner yang dapat Anda coba, dan apalagi kesan Anda tentang Bandung? Kota yang dinamis dan macet tentunya.
Bandung memang kota yang dinamis. Bayangkan saja, selama tiga puluh tahun Bandung berkembang pesat menjadi sebuah kota niaga yang terletak di sebuah cekungan lembah yang dikelilingi oleh gunung-gunung yang indah. Jalan bebas hambatan Cipularang yang mempersingkat jarak dari Jakarta ke kota ini menjadi salah satu nadi yang menjadikan kota ini berkembang pesat. Bandar udara Hussein Sastranegara yang tadinya sepi berubah menjadi sibuk ketika jalur penerbangan manca negara dibuka. Bandung menjadi kota paling favorit berbelanja dan berlibur orang Malaysia sekarang ini.
Tak heran jika Bandung terus berkembang. Faktanya menurut WHO, kepadatang penduduk normal adalah 9.600 jiwa/km2. Kota Bandung dengan kepadatan 15.745 jiwa/km2 adalah kota yang paling padat di Indonesia.
Bayangkan kemajuan pesat kota ini!
Jika Anda berpikir Jakarta adalah kota paling padat di negara ini, bandingkan dengan kepadatan di ibukota propinsi Jawa Barat di selatan Jakarta.
Foto: dari berbagai sumber
