Water flows on and life goes with the stream but I could hardly satisfy myself and my friends, coming to Vietnam having a love affair with the olds and the nature
Seperti setiap negara di dunia, Vietnam menawarkan keunikan tersendiri dimulai dari sejarah peradaban kuno negara itudan berkembang mengikuti alur sejarah dunia modern yang membentuk karakter dan kebudayaan rakyatnya dewasa ini.
Percampuran karakter, budaya dan pemandangan indah negara inilah yang memberi inspirasi bagi yang datang untuk mengunjunginya. Tak sedikit yang jatuh cinta dengan Vietnam namun banyak pula yang kecewa dan mengharapkan kenyamanan dan keamanan lebih bagi mereka yang berkunjung.
Ketika saya bertanya kepada seorang teman, apa yang terpikir olehnya ketika saya nama Vietnam terbesit di pikirannya. Jawabannya sederhana. Perang dan semangkuk Pho Hoa. Dua kata yang terasosiasi dengan Vietnam sampai saat ini.
Perang memang telah lama usai, bahkan halaman demi halaman sejarah kelam itu telah berlalu. Tapi perang dan komunisme seakan masih menjadi stempel hidup yang mencap negara ini. Di beberapa façade kota-kota di Vietnam, sisa-sisa baik fisik maupun korban hidup dari penderitaan dan keganasan perang masih menjadi saksi yang dapat dilihat. Sementara kata komunisme yang tabu bagi orang Indonesia, masih terasa pekat apalagi di Hanoi yang menjadi Ibukota negara.
Tapi, Vietnam telah membuka dirinya lebar-lebar. Kapitalisme dan inventasi telah menyusup masuk sejak satu dekade terakhir, perlahan-lahan menggerus kehidupan sosialisme yang telah bertahun-tahun mencengkeram rakyatnya. Sebuah negara tertutup mulai bersolek menampilkan misteri yang begitu menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan dari manca negara.
The time to visit Vietnam is today, because tomorrow the feeling is in the air and it seems a terrible thing to miss out on.
Vietnam tidak saja menampilkan wajah negara bekas perang dan semangkuk Pho Hoa. Of course, semangkuk Pho Hoa! Ah, nikmatnya, menyeruput hangat makanan khas negara ini di pagi hari yang dingin di kota Hanoi.
Ya, Vietnam menawarkan lebih dari hanya semangkuk Pho Hoa yang terkenal.
Sin Jow, Vietnam!
Welcome to Vietnam!
FIRST AMONG THE BEAUTIFULS IN HANOI
Bayangkan sebuah kota dimana gaya eksotisme Asia kuno berpadu dengan wajah dinamis Asia moderen. Sapuan keanggunan kolonial Perancis berbaur dengan langkah cepat negara yang sedang berkembang.
The best kept secret city in South East Asia ini seakan dibiarkan tidur lelap sejak tahun 1954 sampai saatnya reformasi ekonomi dibuka empat puluh tahun kemudian. Kota ini selamat dari pemboman saat perang berlangsung dan masih meninggalkan sisa-sisa kolonialisme Perancis yang pernah menduduki kota ini. Rumah-rumah bergaya kolonial Eropa sejajar dengan bulevar-bulevar besar yang rindang juga danau dan taman-taman hijau di sekeliling kota, bagai menawarkan romantisme sehari-hari bagi sebuah kehidupan yang tak terhenti.
Berjalan-jalan menyusuri kota Hanoi, kadang momen-momen dimana kehidupan kota Paris masa lampau masih terasa pekat dengan wangi roti baguette yang khas bercampur dengan aroma café au laitdi kafe-kafe sederhana di sepanjang jalan kota Hanoi.
I love Hanoi! Hanoi is where imagination becomes reality.
The Incredible Energy of Old Quarter
Terletak di sebelah Utara pusat kota Hanoi berbatasan dengan Hoan Kiem Lake, di sinilah segala energi terpancar. Orang menyebutnya Old Quartersebagai a truly Asia lengkap dengan sejarahnya yang panjang, bergetar dengan kehidupan moderen, suara-suara penjual dan pembeli yang ramai, berisik dengan suara motor yang lalu lalang dan kaya akan aroma yang eksotis.
Jalan-jalan di sekitarnya kecil dan padat. Pada sejarahnya, setiap jalan mempunyai ciri khas dari barang yang diperdagangkan. Karena itu setiap jalan di Old Quarter bermula dengan kata ‘Hang’ yang artinya barang. Contoh Hang Duong atau Jalan Gula, Hang Dao atau Jalan Peach dan seterusnya. Bayangkan terdapat sekitar 2,224 kios dan 70 toko besar di Old Quarteryang sebagian besar telah mempunyai sejarah lebih dari 100 tahun ke belakang.
Penjaja barang memenuhi setiap sudut jalan. Semakin malam, semakin ramai dengan lampu yang berpendar bercampur dengan para wisatawan dan penduduk lokal yang duduk di sepanjang bahu jalan menikmati setiap hidangan pinggir jalan. Tentunya kedai sup Pho ada di setiap sudut jalan dan selalu penuh dengan pembeli. Daerah pasar malam terletak di Jalan Hang Khoai yang mulai buka sejak jam 10 malam sampai tengah malam.
Moderen tapi juga terasa kuno, Anda dapat merasakan betapa hiruk pikuk kota Hanoi berputar di sini. Tidak ada cara yang lebih unik untuk melebur bersama penduduk lokal selain berjalan di sepanjang Old Quarter. Menikmati pemandangan arsitektur gedung-gedung tua yang dipenuhi oleh penjual-penjual barang, suara-suara klakson motor yang menjengkelkan berpadu dengan tawa dan gosip penduduk lokal yang tak kalah kencangnya juga campuran aroma kulinari lokal yang menantang indera menjadi daya tarik bagi setiap orang yang berkunjung.
WHEN DRAGONS DESCENDED ON HALONG BAY
Mitos bercerita tentang turunnya naga-naga dari surga di Teluk Halong membentuk hampir 1,969 pulau-pulau kecil untuk melindungi teluk tersebut dan rakyatnya dari serangan penjajah bangsa lain.
Terletak 165 kilometer atau sekitar tiga setengah jam perjalanan darat ke arah Timur, Halong Bay menjadi tempat tujuan wisata yang tidak boleh dilewatkan jika Anda berkunjung ke Hanoi. Setiap hotel di Hanoi menawarkan paket tur sehari dengan antar jemput ke Halong Bay yang berkisar sekitar US$30-US$35 per orang berikut tiket masuk, berlayar sekitar empat jam dengan perahu jung, makan siang dan mengunjungi gua stalagmit dan stalagtit di Teluk Halong.
Dari kejauhan, Anda dapat melihat pulau-pulau kecil (islets) yang memancarkan misteri disapu oleh kabut, membentuk siluet bak punggung naga. Mendekati hamparan islet-islet tersebut setelah berperahu selama dua puluh menit dari dermaga, tampak jelaslah pahatan-pahatan alam pulau-pulau pualam yang berdiri tajam mengarah ke langit. Terkesan misterius dan mencekam di balik kabut tipis seakan daerah ini menutupi sebuah legenda yang telah lama terpendam.
Tidak ada seorangpun yang tidak terpesona dengan keindahan alam perairan sekitar Teluk Halong yang menjadi warisan keindahan duniayang dilindungi oleh Perserikatan Bangsa Bangsa karena keindahannya. Lebih dari 160 kilometer persegi luasnya, Teluk Halong adalah tempat dari pantai-pantai berpasir putih yang tak berpenghuni, gua-gua laut yang indah dan juga desa nelayan terapung yang telah ada sejak beratus tahun lalu. Penduduk dari desa nelayan ini pun masih percaya akan dewa-dewa laut yang menjaga perairan di daerah ini.
Gua Sung Sot ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang nelayan yang terdampar dihempas badai pada tahun 1993. Sebuah gua besar berkamar dua dengan stalagmit dan stalagtit yang memesona, membuat Anda yang tidak terlalu suka akan gua pun akan berdecak kagum.
Seperti mitos yang telah lama dipercaya, pulau-pulau kecil di Teluk Halong kadang menjadi penjaga serbuan ombak besar Teluk Tonking di hadapannya.
MY LOVE AFFAIR WITH HO CHI MINH CITY
Ho Chi Minh City yang dulu bernama Saigon, terletak di Selatan Vietnam sekitar dua jam penerbangan dari Hanoi. Letaknya di delta Sungai Mekong menjadikan kota ini sebagai pusat perdagangan yang maju sejak jaman dulu.
Kota yang tadinya hanya rawa belukar ini, amat dipengaruhi oleh sejarah kolonialisme Perancis yang membangun banyak sekali gedung-gedung berarsitektur gaya kolonial dan menjadikan Saigon mendapat julukan The Pearl of the Far East atau Paris in the Orient. Jantung kota ini pun masih dihiasi oleh bulevar-bulevar berwarna putih yang elegan dengan gedung-gedung tua di sepanjang jalannya yang teduh.
Berbeda dengan Hanoi yang bergerak lebih lambat dan tenang, Ho Chi Minch City memberikan kesan kota maju yang selalu sibuk dengan kepadatan lalu lintasnya oleh motor-motor yang hingar bingar. Suara-suara klakson motor dan mobil seakan menjadi budaya dari kota ini. Tidak ada sedetikpun terlewat tanpa ada suara klakson mobil dan motor menjadikan pengendara di kota Jakarta terasa amat sopan dibandingkan orang-orang di Ho Chi Minh City. Tidak ada kata membosankan di Ho Chi Minh City. Semuanya serba cepat, hiruk pikuk dan berisik!
Saving The Past Bringing The Modern
Pusat atraksi di Ho Chi Minh City terletak di Lam Son Square di daerah Dong Khoi Street. Gedung-gedung bersejarah dan pusat perbelanjaan kelas atas terletak di daerah ini. Memasuki Dong Khoi Street, Anda akan terpesona dengan kemegahan Opera House yang elegan berpualam putih yang menjadi salah satu landmark dari kota Ho Chi Minh. Di Selatannya, Cathedral Notre Dame berdiri, sebuah replica dari Cathedral Notre Dame di Paris yang dibangun dengan bata merah dari Mersailles Perancis. Gereja besar ini berbatasan dengan Park Hyatt Hotel yang terkenal dengan gedung berarsitektur kolonialnya dan menjadi tempat favorit Brad Pitt dan Angelina Jolie di kota ini.
Di seberang Opera House, Gedung City Hall dengan patung Ho Chi Minh di depannya berdiri megah. Terlihat lebih indah lagi bila Anda datang sore hari dimana lampu-lampu baru saja berpendar dan langit yang kebiruan.
Tentu saja, bukan hanya gedung-gedung indah yang ditawarkan oleh kota ini. Di sepanjang jalan Dong Khoi, Anda akan kaget melihat butik-butik ternama seperti Louis Vuitton, Gucci dan merek-merek ternama lainnya. Sebuah kemajuan globalisasi di negara sosialis.
Di penghujung jalan ini, Anda akan dibuat takjub menyaksikan Sungai Mekong yang begitu lebarnya di hadapan Anda. Tentu saja, Anda dapat berlayar menyusurinya sambil makan siang di salah satu paket cruise yang ditawarkan.
What I like about Ho Chi Minh City is its art galleries.
Memang betul, tak disangka, Ho Chi Minh City dan juga Hanoi, penuh dengan berbagai galeri-galeri seni dengan lukisan pekerja seni lokal yang indah-indah. Tentu saja, harga setiap barang seni tergantung tempat Anda membeli. Untuk mendapatkan yang lebih murah, Ben Than Market adalah tempatnya. Di pasar ini, Anda dapat mendapatkan berbagai macam rupa cindera mata khas Vietnam dan berbagai lukisan dengan harga yang dapat ditawar. Tak heran, pasar Ben Than menjadi salah satu keharusan jika Anda berkunjung ke Ho Chi Minh City.
Vietnam menawarkan sebuah keunikan yang lain dari negara-negara yang pernah Anda kunjungi di Asia Tenggara. Sejarahnya yang penuh dengan warna berpadu dengan keindahan alamnya yang memesona menjadikan negara ini patut untuk dikunjungi.
