CRUISE
JOIN TRIP
ACTIVE SPORT
CAMPERVAN
JAWHARA

THAILAND, MASIH MENGAGUMKAN

Masih mengagumkan sebagai tujuan wisata, Thailand mengundang beberapa wartawan untuk melihat langsung keindahannya. Inilah pengalaman General manager Travel Division dari Varatrip.com, Bambang Sarwoko, ketika melakukan perjalanan ke beberapa tempat di Thailand.

Senin, 22 Maret 2010

Begitu tiba di Airport Svarnabhumi saya sempat tercengang melihat keindahan airport ini, mungkin karena baru pertama kali saya mengunjungi negara ini, jadi rasanya begitu takjub melihat bandara internasional yang megah ini. Saya banding- bandingkan dan berharap suatu saat nanti bandara internasional di negara kita semewah dan sebagus Thailand. Selepas mengambil barang bawaan, kami langsung dijemput oleh local guide yang ditunjuk oleh TAT (Thailand Authority Tourism) yaitu See Tho Holidays. Mereka sangat membantu dalam proses transportasi dan check-in di hotel. Kemudian, kami segera bergegas menuju destinasi pertama yaitu Suan Lum Night Bazaar, salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Bangkok. Destinasi ini dipilih karena kami tiba pada malam hari dan yang paling memungkinkan untuk dikunjungi adalah Suan Lum Night Bazaar. Selain melihat-lihat pusat perbelanjaan pada malam ini, kami juga diajak untuk makan malam bersama. Setelah selasai makan dan melihat-lihat kami segera menuju ke penginapan yaitu Rembrant Hotel untuk beristirahat.

Selasa, 23 Maret 2010

Pad hari ini tidak banyak aktivitas yang kami lakukan selaku undangan dari kalangan media. Kami menghabiskan waktu untuk mengikuti seminar turisme internasional sekaligus merayakan ulang tahun Thailand Authority Tourism yang ke-50 dengan diikuti oleh lima ratus hingga tujuh ratus media dari dua puluh lima negara. Hari jadi otoritas turisme Thailand ini bertema  Today’s Trend Tomorrow Green, yang rasanya tepat sekali untuk menyongsong hari esok yang lebih baik dan lebih hijau. Kemudian, di malam hari diadakanlah acara Gala Dinner di Istana Perdana Menteri Thailand. Sebuah kebanggaan dan kehormatan tersendiri bagi para undangan berada di acara ini. Hari pertama ini pun berlalu dengan cepat dan kami siap untuk menyongsong hari esok yang penuh dengan berbagai kejutan.


Rabu, 24 Maret 2010
Setelah selesai makan pagi, kami menuju Bandara Svarnabhumi untuk melanjutkan perjalanan kami ke tujuan selanjutnya, yaitu Phi Phi Island. Biasanya untuk menuju ke pulau ini disarankan melalui Phuket, tapi kali ini kami terbang menuju Krabi yang memang agak berbeda suasananya.  Hal ini sengaja dilakukan untuk memberikan wawasan tersendiri bagi rekan-rekan media lain.

Singkatnya, kami tiba di Krabi langsung dijemput oleh lokal agen beserta pemandu wisatanya. Tentu saja, hal pertama yang ditunjukkan kepada kami adalah sebuah restoran ternama di Krabi untuk makan siang dengan menu khas laut dan Sup Tom Yum yang begitu spesial. Rasanya lain dibanding saat menyantapnya di Tanah Air.

Setelah selesai makan siang, kami menuju pelabuhan kecil di Krabi dan mulai menyeberang menuju Phi Phi Island/Phi Phi Don menggunakan speed boat yang memakan waktu sekitar 40 menit lamanya. Begitu sampai di tempat tujuan, saya begitu terkagum-kagum melihat sebuah pulau di tengah laut dengan kehidupannya yang sederhana, dengan pantainya yang begitu indah dan suasananya yang sangat hangat memberikan rasa nyaman. Suasana di pulau ini sangat sepi sehingga cocok untuk wisatawan Eropa karena mereka bisa menghabiskan waktu untuk sekedar membaca atau berjemur.

Kemudian kami melakukan proses check-in di hotel setempat, Banyan Villa namanya yang menjadi salah satu penginapan ternama di pulau tersebut. Karena hari telah menjelang sore kami pun berjalan-jalan sekitar hotel sambil menunggu makan malam. Ada hal menarik di sekeliling hotel ini, yaitu toko-toko yang berjajar di sepanjang jalan dan menjual oleh-oleh khas Phi Phi Island seperti T-shirt atau khas daerah dari pulau tersebut yang hanya bisa didapat atau dibeli di pulau ini dan tidak ditemukan lagi di Bangkok maupun Phuket agar menarik wisatawan berbelanja di sana. Harganya tidak terlalu mahal, hanya dengan TB99 Anda sudah dapat membeli satu buah T-shirt bertuliskan PHI-PHI ISLAND. Selain toko suvenir, saya juga menjumpai banyak warnet di sana jadi Anda bisa tetap berhubungan dengan dunia luar.

Sampailah waktu makan malam. Seperti biasa, kami menyantap hidangan laut sama dengan malam sebelumnya.

Kamis, 25 Maret 2010

Karena perjalanan ini sudah diatur oleh Thailand Authority Tourism, maka pagi ini kami mengunjungi beberapa tempat wisata di sana yaitu Phi Phi Lay atau lebih terkenal lagi Maya Beach, lokasi tempat pembuatan film “THE BEACH” yang dibintangi olehLeonardo Dicaprio.  Perjalanan hanya menempuh waktu selama 30 menit dengan menggunakan speed boat dari tempat kami menginap untuk sampai di tujuan. Setibanya di sana tidak hanya melihat tetapi saya dan rekan media lainnya dapat singgah dan menikmati langsung keindahan Maya Beach. Setibanya di tujuan, kami  langsung terbayang saat-saat menonton film THE BEACH dengan hamparan pantai yang putih dan pemandangan laut yang indah dan serunya lagi pada saat pertama kali menginjakkan kaki di pantai tersebut. Percaya atau tidak, hamparan pasirnya begitu lembut sehingga berjalan di atasnya seperti berjalan di atas terigu! Sangat disarankan jika Anda membuat rencana perjalanan menuju pantai ini (Maya Beach)  lakukanlah di pagi hari. Kenapa? Karena setelah jam 8 pagi pantai ini  penuh sesak dengan berbagai wisatawan dan pantai ini hanya mampu menampung 500 orang saja!

Setelah puas dengan foto-foto di Maya Beach, kami melanjutkan perjalanan ke tempat makan siang. Dan selama perjalanan, kami sempat melihat sebuah bukit peternakan burung walet yang terkenal di sana dan juga beberapa pulau seperti Chicken Island. Sebuah pulau dengan bukit yang menyerupai ayam. Tidak ada yang menarik pada saat makan siang. Sehabis makan siang kami bergegas untuk menuju ke pelabuhan kecil di sana guna melanjutkan perjalanan ke Phuket, destinasi terakhir kami. Sekitar satu setengah jam kami mengantri untuk naik ke atas ferry yang tidak terlalu besar tapi cukup untuk menampung 500 sampai 1000 penumpang.

Perjalanan ini adalah perjalanan yang sangat meresahkan dengan suasana yang panas dan penuh sesak ditambah ruang kabin yang kecil membuat semua penumpang berkeluh kesah! Untung saja jarak dan waktu untuk menuju Phuket hanya ditempuh dalam waktu 2 jam, jadi mau tidak mau kami semua harus bersabar menahan panasnya udara laut.

Tidak lama kemudian tibalah kami di pelabuhan Phuket. Lega rasanya! Sepanjang perjalanan menuju tempat menginap, saya memerhatikan pemandangan di sepanjang jalan yang berada di antara bukit dan pantai. Setelah melalui jalan yang berliku-liku, tak lama kemudian kami melihat hamparan pantai yang indah di hadapan kami. Akhirnya tibalah kami di pantai Phuket. Kebetulan hotel tempat kami menginap berada tidak jauh dari pantai yang sudah terkenal ke seluruh penjuru dunia itu.

Berlanjut ke proses check-in, kami segera masuk ke dalam kamar untuk beristirahat sambil menunggu waktu santap malam. Sajian seafood sekali lagi menjadi menu makan malam kami, dan sepertinya itulah sajian makanan istimewa mereka. Juga tidak pernah ketinggalan Tom Yum Soup sebagai pelengkap hidangan.

Jumat, 26 Maret 2010

Hari ini adalah hari terakhir kami di sini. Acara kunjungan ini dimulai dengan Safari Ride, berkeliling naik gajah dan melihat atraksi gajah. Setelah mengabadikan keberadaan kami dengan gajah-gajah Thailand yang terlatih itu,  kami menuju rumah makan lokal setempat khas Thailand. Setelah makan, kami menuju pusat cindera mata dan makanan kering di toko yang ternama yaitu Pornkim Shop. Toko ini adalah salah satu toko terbesar untuk membeli makanan kering khas Thailand. Setelah selesai, kami menuju ke Jungceylon, sebuah mal yang terdapat di Phuket. Jungceylon ini memiliki dua area yaitu area lantai dasar untuk kalangan kelas menengah dengan produk-produk dengan harga yang sesuai dengan target pasarnya. Kemudian turun ke bawah, tepatnya di lantai paling bawah terdapat toko-toko  kecil sama seperti Suan Lum hanya saja lebih tertata rapi dan bersih. Setelah selesai melihat-lihat, kami segera beristirahat untuk santap malam.

Malam ini kami bersantap di Phuket Fantasea. Selain sebagai tempat makan malam, Phuket Fantasea ini merupakan arena theater yang terdapat di Phuket seperti Siam Niramit di Bangkok atau Song of The Sea di Singapore. Setelah makan malam kami bergegas untuk menyaksikan pertunjukan. Sayangnya kami tidak boleh membawa kamera atau telpon genggam sejenisnya untuk mengabadikan acara-acara yang ditampilkan di situ. Ceritanya sangat menarik. Mengisahkan seorang anak gembala yang dibantu oleh pasukan gajah untuk menyelamatkan tuan putri Raja  yang diculik oleh Raja Kerbau yang jahat. Dengan menggunakan media wayang orang, pertunjukkan dibuat menarik sedemikian rupa dengan menggunakan efek-efek modern.

Sabtu, 27 Maret 2010

Sabtu Pagi jam empat pagi, kami sudah bangun untuk sarapan dan siap bergegas menuju bandara untuk kembali ke Tanah Air. Meski sedikit berat hati, kami harus pulang ke tanah air. Selesai pula perjalanan media trip saya di Thailand.



WhatsApp