Gara-gara terlalu sering mendengar cerita teman-teman tentang betapa asyiknya Jepang, kami berdua selalu ingin pergi ke sini. Kami dengar di sini banyak makanan enak, dan tempat shopping yang asyik. Makanya, begitu punya kesempatan, kami pun memutuskan untuk melihatnya dengan mata kepala sendiri. Biar tak penasaran :)
Coba tebak, kegiatan apa yang pertama-tama kami lakukan? Yup! Anda benar. Kami pergi shopping! Sayangnya, waktu kami terbatas. Jadi di sela kegiatan pemotretan, kami pun menyempat-nyempatkan diri mengunjungi tempat shopping utama seperti Ginza , Shibuya dan Roppongi. Waaahhh… semua toko-toko di sini menarik, unik dan imut-imut. Di mana-mana kami dapat melihat Yukata (baju tradisional untuk musim panas) dan Geta (sandal kayu) yang menjadi must have item di musim panas! Tanpa pikir panjang, kedua item ini pun menjadi barang belanjaan pertama yang kami beli!
Es Krim Harajuku
Jepang memang benar-benar menghebohkan! Setiap sudut negeri ini, seolah menyimpan berbagai keasyikan yang ‘menunggu’ untuk dieksplorasi. Dalam perjalanan dari Omotesando ke Harajuku, misalnya, kami menemukan sebuah jalan yang di kanan-kirinya penuh dengan toko. Di sini terdapat toko barang bermerk internasional, dan toko kecil yang menjual barang-barang unik.
Kami juga sempat dibuat terpukau oleh gaya Harajuku – ekspresi fesyen jalanan di Jepang yang kondang itu. Sungguh! Di mata kami, kombinasi bahan dan warna yang mencengangkan itu, membuat gaya berpakaian anak-anak muda Jepang itu terlihat sangat fungky dan jauh lebih menarik dibandingkan pakaian bermerk terkenal di belahan dunia lain.
Habis shopping berjam-jam, kami akhirnya bisa santai dan melepas lelah. Hmm… semangkuk Marcha (es krim green tea) sempat kami nikmati sebelum menuju Shibuya. Shibuya tak lain adalah tempat yang menjadi pusat toko trendy dan eksentrik, seperti Tokyo, Loft, Seibu, Parco, dan banyak lagi. Oh ya… kami juga sempat menyaksikan pemandangan menakjubkan dan tak bisa Anda saksikan di tempat lain… yakni ribuan orang yang menyemut dan melintasi jalan dari berbagai arah berlawanan!
Paduan Tradisional dan Modern
Keesokan harinya kami memulai perjalanan ke Hama Rikyu Garden . Kebetulan letaknya berseberangan dengan Hotel Mitzui Garden di Ginza, tempat kami menginap. Pemandangan kontras antara gedung pencakar langit yang menjulang tinggi dan taman-taman tradisional Jepang yang menyebar di seluruh Tokyo , membuat kami berkali-kali berdecak kagum.
Kami sempat makan di Pasar Ikan Tsukiji yang ternama, sebelum menuju ke situs budaya tradisonal Jepang, seperti Imperial Palace, Meiji Shrine dan Yoyogi Park. Acara jelajah tradisi itu baru berakhir di sore hari. Karena belum puas ‘ber-shopping ria’, langkah kami pun kami arahkan ke Roppongi dan Ginza di mana kami belanja sampai ras ‘lapar belanja’ terkenyangkan.
Gunung Fuji dan Doggy Park
Hari terakhir sengaja dikhususkan untuk berjalan-jalan melihat pemandangan alam. Sarapan hari itu, kami nikmati di lantai 16 hotel sambil mengagumi keindahan Gunung Fuji yang menjulang di kejauhan.
Cuaca musim panas sangat cocok untuk berkendara ke Gunung Fuji. Kami pun menuju ke Danau Kawaguchi. Ini adalah salah satu dari lima danau di kaki Gunung Fuji, yang kebetulan lokasinya tak terlalu jauh. Sayangnya, kabut tebal yang menyelimuti pegunungan, menghalangi kami menyaksikan pemandangan gunung yang agung. Biar tak buang waktu, kami menuruti saran pemandu wisata untuk mengunjungi Doggy Park (taman Anjing). Kebetulan letaknya tak jauh dari sana . Ide bagus nih, karena kami berdua kebetulan memang suka anjing! Anjing-anjing di taman ini ternyata boleh disewa untuk menemani berjalan-jalan di sekitar taman. Kami pun langsung asyik berfoto, bersama anjing-anjing yang manis.
Sekembalinya ke
Tokyo , kami mencoba untuk ‘mengintip’ kemeriahan suasana di Shinjuku (tempat hiburan dan belanja). Akibahara (surga barang elektronik) dan Odaiba (distrik bergaya
futuristic). Ketiga tempat ini lagi-lagi membuat kami terperangah. Wah, perjalanan kali ini rasanya jadi terlalu singkat.
Ada begitu banyak daerah baru yang harus kami ‘taklukkan’ dalam perjalanan kami ke
Tokyo yang berikutnya, Jadi… kami berdua pasti akan kembali ke Jepang!