Menapaki jalan masuknya, saya merasa terkagum-kagum dengan hijaunya pematang sawah dan cahaya surya yang tak malu-malu mempertontonkan pesonanya di pagi hari. Inilah pemandangan khas Indonesia, khususnya Bali, yang mulai ditinggalkan oleh penduduk lokalnya sendiri di tengah arus industri pariwisata yang kian berkembang pesat.
Tiba di lokasi, saya sudah disuguhi dengan sapa dan senyum ramah para staf yang sedang bertugas pada saat itu. Perasaan merasa asing di tempat baru ini pun segera melebur dengan perasaan hangat yang tetap menyejukkan hati. Kesan kedua pun tak kalah menariknya, ketika “kesalah fahaman” yang kemudian menjadi excellent impression ketika berada di tempat ini. Bagaimana tidak? Saya sempat salah sangka dengan seorang asing yang mengangkat tas saya ke buggy. Saya fikir ada tamu hotel yang salah membawa tas, dan ternyata selidik punya selidik orang itu tak lain dan tak bukan adalah owner dari Viceroy sendiri. Baru pertama kali dalam hidup saya mengalami itu dan kagum saya menjadi impresi yang luar biasa. Ternyata memang konsep seperti berada dalam satu keluarga itulah yang paling menarik di Viceroy Bali ini.
Dengan diantar buggy, saya menuju salah satu unit Terrace Villa. Melangkah dari pintu masuk, saya melihat sebuah kolam di sudut vila yang berdampingan dengan sebuah bale bengong sebuah teras dengan pemandangan yang begitu asri, alami, dan menyejukkan mata. Ternyata hampir seluruh ruangan di vila ini, memiliki pemandangan yang sedemikian menakjubkan. Tambahan lainnya adalah terdengar suara-suara binatang bersahut-sahutan dari kejauhan. Menurut staf yang mengantar saya, bisa jadi itu suara monyet-monyet liar yang masih terdapat di sekitar sungai Petanu ini dan sesekali “main” ke vila ini.
Perfect Sanctuary for Soul
Sebuah vila yang terkesan luas dengan langit-langit yang tinggi menjadi hunian untuk berbulan madu di sekitar kota Ubud. Ketika memasuki pintu dibuka, udara di dalam ruangan pun bertambah sejuk dan perasaan rileks seperti tercipta sesaat. Hening dan perasaan dekat dengan alam seperti meluruhkan kejenuhan yang dibawa dari tempat asal. Sengaja pintu dibuka selebar-lebarnya, membiarkan udara segar masuk ke ruangan dan ke paru-paru.
Tepat di tengah ruangan vila ini, sebuah tempat tidur dengan ukuran besar seperti menjadi pusat dari seluruh kegiatan di vila ini. Di belakangnya pun tak kalah menariknya, sebuah bathtub besar, shower room yang luas dan ruangan toilet di sudut lainnya seperti menyatu dan menjadi surga bagi para wisatawan.
Other facilities
Tanpa melakukan aktifitas di luar vila sebenarnya saya sudah menikmati keberadaan saya di vila ini. Suasana tenang dan damai seperti hujan di tengah gurun. Tapi tidak semua tamu seperti saya. Ada yang gemar mengelilingi Ubud selagi menginap di Viceroy, ada yang senang beraktifitas outdoor yang kini makin bervariasi saja di Bali atau sekedar menyusuri pematang sawah yang hijau disinari matahari pada pagi hari.
Dalam lingkup vila, Anda dapat duduk-duduk di atas daydream bed di sisi kolam, membaca buku sambil merebahkan diri di bawah sinar matahari pagi, atau melakukan olahraga agar tetap sehat. Bagi mereka yang ingin terasa lebih segar lagi, Lembah Spa menyediakan berbagai menu perawatan tubuh dengan para terapis yang profesional. Nikmati suasana santai di teras spa yang benar-benar menjual pemandangan yang luar biasa. Keluar dari spa, tubuh akan terasa rileks dan santai.
Lain lagi bagi mereka yang ingin belanja tapi enggan keluar dari lingkup vila, sebuah butik eksklusif tersedia juga di dekat lokasi gym dan lobi di atasnya. Kebutuhan sandang Anda akan siap terpenuhi dengan mendatangi tempat ini. (Fitri Harini)