CRUISE
JOIN TRIP
ACTIVE SPORT
CAMPERVAN
JAWHARA

SPRING IN EUROPE

Catatan perjalanan bulan madu pasangan Christa dan Martin yang diabadikan dalam bidikan kamera David, Axioo Photography

Rome

“Ketika di Roma, berlakulah layaknya orang Roma”

“Banyak jalan menuju Roma”

 

Banyaknya pepatah yang menggunakan nama kota ini memberikan inspirasi bagi pasangan ini untuk menjejakkan kaki ke Roma. Sinar matahari pagi bersinar cerah ketika pasangan ini mulai menjelajah semua sudut kota.

 

Tujuan pertama yang ingin dieksplorasi adalah kota Vatikan. Deretan antrian yang panjang menyambut keduanya ketika ingin memasuki St. Peter Basilica yang cukup tersohor ini. Tapi begitu memasuki bangunan tersebut, rasa lelah saat mengantri tertebus sudah. Kecantikan gereja ini tak mampu dilukiskan dengan kata-kata. Setiap sudut dan langit-langit adalah karya seni yang luar biasa hebat. Satu rangkuman kalimat untuk tempat ini adalah “It’ll be Majestic.

 

Tempat selanjutnya yang menjadi tujuan pasangan ini adalah Spanish Steps dengan café-café di sekelilingnya, tempat para turis manca negara maupun turis lokal duduk-duduk santai sambil menikmati sinar matahari sore yang hangat. Orang-orang Italia memang dikenal sebagai orang-orang yang sangat menikmati hidup. Dengan semangat “Dolce Vita”, mereka menikmati hidup dengan cara-cara sederhana seperti duduk-duduk santai sambil menyesap secangkir teh, kopi atau anggur kapan saja mereka inginkan. Mungkin di sinilah, kita diharapkan “berlakulah selayaknya orang Roma” dengan menghargai budaya mereka dan ikut membaur dalam suasana yang hangat ini.

 

Perjalanan dilanjutkan dengan pergi berbelanja dan makan malam di sebuah restoran bernuansa cozy, tepatnya sebuah underground bistro. Benar-benar pengalaman makan malam yang luar biasa. Waktu sudah hampir jam 10 malam, namun pasangan ini ingin terus melanjutkan eksplorasi menuju Trevi Fountain. Di luar dugaan, di waktu yang sudah hampir larut, tempat ini masih saja ramai dikunjungi orang. Sekadar ingin mengikuti tradisi yang terkenal; mengucapkan harapan sambil melempar koin sambil membelakangi air mancur itu. Dengan begitu, keinginan kita akan segera terwujud.

 

Setelah menghabiskan waktu sejenak di Trevi Fountain ini, perjalanan kemudian dilanjutkan ke Colloseum. Inilah yang terbaik yang disimpan untuk dinikmati terakhir. Colloseum memang bangunan besar yang sungguh-sungguh mengagumkan. Cahaya dan penerangan guna melawan gelap malam justru membuat pemandangan menjadi begitu memukau mata.

 

Venice

 

Kota ini tak ubahnya seperti gambar di sebuah kartu pos. Kota didominasi dengan permukaan air, kanal-kanalnya dipenuhi gondola dan suasana yang tertangkap mata pun mengungkapkan romantisme. Perjalanan tur sehari ini diawali dengan jalan-jalan melewati jalanan-jalanan yang relatif kecil, terkesan ruwet dan kebanyakan akan berujung ke satu area terbuka atau yang lazim disebut Piazza. Entah kenapa, semua tempat yang ada di sini begitu kuno dan cantik, apa adanya.

 

Tibalah perjalanan di Piazza San Marco, sebuah area luas yang dipenuhi dengan ratusan burung-burung merpati. Terlihat di sana-sini, anak-anak, anjing bahkan orang-orang lanjut usia sedang bermain dan memberi pakan burung-burung cantik ini. Rasanya enggan sekali meninggalkan tempat ini, tapi apa daya, perjalanan harus dilanjutkan.

 

Florence

 

Ibukota Italia ini begitu terkenal dengan sejarahnya yang panjang dan diangap penging selama periode renaissance. Perjalanan diawali dengan mengagumi akomodasi yang kami miliki selama di kota ini. Hotel Riva loft, sebuah hotel yang terletak di tepi sungai dan memiliki pemandangan yang amat cantik dengan kamar-kamar yang begitu nyaman untuk ditempati. Pada bagian belakang, terdapat taman dan kolam renang dan keunikan lainnya adalah dua tempat tidur gantung yang menbundang siapa saja yang melihatnya untuk menghabiskan waktu di situ sambil bermalas-malasan.

 

Setelah beristirahat sejenak, akhirnya kami memutuskan untuk menjelajahi kota ini. Pertama-tama kami mengunjungi the Piazza Della Signoria dan melihat banyak patung terkenal seperti patung David karya Michael Angelo dan patung Perseus karya Cellini. Perjalanan terus dilanjutkan dengan melihat Duomos (gereja) yang cukup terkenal di Italia yaitu the Duomo of Firenze yang termasyur dengan kubahnya yang menawan. Setelah menaiki 467 anak tangga menuju ke puncaknya, kami menyaksikan keindahan dunia lainnya. Pemandangan kota dari bangunan yang didominasi warna merah, gunung-gunung hijau dan langit sebiru kristal dengan hiasan awan-awan putih berarak perlahan. Florence…. Memang luar biasa indahnya.



WhatsApp